Nenek yang TABAH..


Kejadian ini terjadi sekitar 6 bulan yang lalu.
Masih teringat di benakku, saat membagi-bagikan nasi bungkus bersama anakku.

Aku berdoa kepada Allah, "Ya Allah, pertemukan aku dengan salah seorang hamba-Mu yang mau menerima sedekahku hari ini".

Tak lama usai berdoa, Allah mempertemukan aku dengan seorang nenek, di pinggir tempat sampah, di Pasar Kemuning. Nenek itu terlihat sangat bersemangat, mengumpulkan gelas plastik bekas. Usianya ku lihat sudah lebih dari 70 tahun.

Aku membayangkan, jika dia adalah nenekku, mestinya dia tidak berada di sini. Mestinya dia berada di rumah, sedang memetik buah di halaman, atau menggendong cucunya, atau sedang duduk di kursi malas, menikmati hari-harinya dikelilingi anak cucunya tercinta.

Tapi nenek itu tetap berada di situ. Begitu tabah dan tenang..... wajahnya.

Sampai suatu hari.

Aku berkata kepada anakku. "Apakah kita mau bertemu nenek yang di tempat sampah itu lagi?"

Malaikat kecilku berkata mantap, "Ayo!!".

Aku kemudian membeli nasi kuning dan segelas air aqua, seperti biasa, pagi sebelum anakku sekolah, aku mampir untuk memberikan nasi itu kepada sang nenek.

Namun hari itu aku tidak menemukannya. Padahal aku baru 2 kali bertemu dengannya, bersalaman dan menatap senyum yang teramat tulus di hatinya, tak ada mengeluh, tak ada duka, apalagi kesedihan. Wajahnya setulus senyumnya.

Aku tak menyangka, masih ada nenek setegar ini. Di tempat sampah ini. Tak mau meminta. Dan tetap bekerja.

Aku bertanya kepada orang-orang yang berada di dekat tempat nenek biasa duduk tersebut.

Saat aku bertanya, dimana nenek yang biasa ada di sini. Mereka mengatakan tidak tahu. Memang mereka pun tak sempat lagi bertanya dimana nenek tinggal.

Aku berharap, Allah akan mempertemukan diriku dengan nenek yang tabah tersebut. Lalu aku kembali ke mobil dengan perasaan kehilangan. Ingin rasanya saat itu bertanya, di mana rumah sang nenek, namun belum sampai niatku, nenek tersebut tak ada lagi disana.

Semoga nenek yang tabah tersebut, Engkau jaga dengan sebaik-baiknya Ya Alloh....

Bukankah Nabi mencintai orang miskin, dan senang bersedekah kepada orang-orang miskin, jika kita serius ingin bersama nabi, kita mesti ikuti kebiasaan beliau tersebut.

"Dalam harta mereka, ada hak orang yang meminta-minta, dan yang tidak". [QS. Adz-Dzariyaat : 19]

Bukankah tak semua nenek di dunia ini kaya raya. Ada juga mereka yang miskin. Namun tetap tabah dalam penderitaan. Tetap bersabar. tetap sujud dan ruku' kepada Alloh. Semoga Alloh memberikan berkahnya kepada semua ibu yang sampai akhir hayatnya tak dipedulikan anaknya, atau tak punya lagi sanak saudara.

P.S. Cerita pendek ini aku kongsikan dari seorang teman Malaysia yg tinggal di Indonesia.. Terima kasih Ustaz.. InsyaAllah perkara yang baik harus kita kongsi2kan disini. Selamat membaca dan harapnya korang enjoy cerita shahdu ini

2 comments.. read them below or add one

Abd Razak Abd Razak Ahad, September 05, 2010
Salam...

Moga sdri terus sihat dalam menjalankan ibadah puasa di hari-hari terakhir ramadhan ini..

Terima kasih atas ceritanya, moga ia mendatangkan manfaat yang banyak..
Nur Misnan Nur Misnan Ahad, September 05, 2010
salam Ustaz AbdRazak..
Alhamdulillah.. ana sihat sejahtera.. shukran jazilan kasiran

insyaAllah.. moga cerita ini mendapat manfaat kepada kita semua..

thanks dropped by here Ustaz.. =)